Travel Digital di Era Milenial

Di era milenial seperti sekarang ini, tanpa kita sadari teknologi tidak dapat dipisahkan lagi dari keseharian masayarakatnya. Begitu juga dengan teknologi digital yang sangat berperan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Teknologi digital adalah teknologi yang dilihat dari pengoprasiannya yang tidak lagi banyak menggunakan tenaga manusia, tetapi lebih cenderung pada sistem pengoprasian yang serba otomatis dan canggih dengan sistem komputerisasi atau format yang dapat dibaca oleh komputer.

Jika dulu teknologi analog gambar dan suara akan diubah menjadi gelombang radio, maka teknologi digital akan mengkonversi gambar dan suara tersebut menjadi data digital.

Pemanfaatan teknologi digital di berbagai bidang seperti:

  1. Bidang pendidikan
  2. Bidang bisnis
  3. Bidang sosial

Kemudahan yang dihadirkan melalui teknologi digital juga memberi dampak positif bagi penyedia jasa perjalanan (travel) untuk mempromosikan tur perjalanannya secara efisien. Selain memudahkan para wisatawan yang menggunakan jasa tersebut, travel digitl juga sangat memudahkan pihak penyedia jasa.

Travel Digital menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin menghabiskan liburan di luar kota atau negara dengan mudah. Pemesana hotel dan semua kebutuhan bisa dilakukan dalam satu genggaman.

. Berpergian kemana saja akan terasa sangat mudah dan menyenangkan. Semua perencanaan liburan bisa diatasi dengan travel digital. Tidak salah jika generasi milenial sangat meminati keuntungan yang ditawarkan dari travel digital.

Seperti artikel yang dikutip di https://travel.kompas.com/

Dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia lebih besar lagi, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengumumkan bahwa ia akan memakai sarana digital sebagai sarana promosi. “Sarana digital menjadi sasaran promosi yang baik. Biaya tentu jauh lebih murah dibandingkan promosi konvensional. Biaya lewat digital itu kalau dibandingkan dengan konvensional ialah sepertiganya. Sepertiga biaya tapi berdampak dua per tiga. Sedangkan konvensional malah sebaliknya. Jadi lebih baik mana?” katanya saat peluncuran brandingWonderful Indonesia dan Pesona Indonesia di Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Langkah promosi ini selanjutnya dinamai dengan “E-Tourism”. Dalam teknisnya, langkah ini dinilai lebih efektif dan efisien untuk mengenalkan Indonesia pada dunia. “E-Tourism adalah platform digital yang menghubungkan seluruh stakeholder pariwisata, mempermudah proses perizinan, mengintegrasikan seluruh kegiatan pariwisata serta memberikan kemudahan bagi seluruh wisatawan menjelajahi pesona Indonesia melalui aplikasi yang mudah digunakan, kapan pun dan di mana pun,” urainya.

Pada hari yang sama, Arief juga mengumumkan peluncuran 7 layanan E-Tourism tersebut. Diantaranya, Portal Pariwisata yang terintegrasi (hi-indonesia.com), Mobile Application (Hi Bali), Wonderful TV (WOI TV), Digital Photo Bank, Sinema Online dan Sinema Digital, penganugerahan travel blogger2015, dan http://www.indonesafilm.net.

Saat ini, untuk WOI TV masih terintegrasi dengan UseeTV. “Content-nya itu didapat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) seluruh Indonesia. Tapi ke depannya, WOI TV akan berdiri sendiri menjadi tv streaming yang programnya akan diatur atas integrasi Disbudpar seluruh Indonesia. Jadi kapan pun dan siapa pun yang ingin mengenal dan mengetahui Indonesia lebih jauh bisa melihatnya,” tutur Project Director UseeTV, Mayun W.

Menanggapi hal tersebut, mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar yang hadir pada malam itu turut mengapresiasi.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI E-Tourism, cara baru untuk promosi pariwisata Indonesia

E-Tourism merupakan terobosan yang bagus. Di era digital, orang lebih senang memperhatikan telepon genggamnya. Mereka menuntut yang serba mudah dan cepat. Sarana digital dapat memenuhi keinginan itu. Promosi ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan baik secara kualitas maupun kuantitas,” ungkapnya.

Memang, menurut Sapta, untuk urusan biaya belum dapat diukur sejauh mana, hanya saja sarana digital dinilai lebih murah. “Tapi jangan lupa, di bidang pariwisata perlu diiringi pendekatan secara konvensional juga karena kita juga berhubungan dengan experience,” saran Sapta.

Diterbitkan oleh edhousada

My full name is Kadek Edho Usada Bernado. You can call me Edho. I was born in Denpasar, 1st December 2000. I am from Tabanan, Baturiti but I live with my family in Br. Silayukti, Kerobokan. My hobby is travelling. I like to catch photos of great panorama in the beach near my house. Well, that's all.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai